Materi edukasi obat mukolitik

Mukolitik sering digunakan di fasyankes, sehingga perawat perlu mengetahui materi edukasi obat mukolitik kepada pasien.

Mukolitik adalah kelas obat yang digunakan untuk mengencerkan lendir di saluran udara, dan termasuk dalam golongan agen mukoaktif.

Obat ini dapat membuat lendir di saluran pernapasan lebih tipis dan tidak lengket, terutama saat lendir kental dan sulit untuk batuk.

Obat ini diberikan pada pasien-pasien yang mengalami gangguan pernapasan akibat mukus berlebih.

Pada artikel ini, kita akan membahas materi edukasi obat mukolitik secara lengkap, namun dengan Bahasa sederhana agar mudah dimengerti.

Semoga setelah membaca artikel ini, anda dapat memberikan edukasi kepada pasien yang mendapatkan obat mukolitik.

Mengetahui materi edukasi obat mukolitik kepada pasien sangat penting untuk menurunkan kecemasan, dan meningkatkan hubungan saling percaya antara perawat dan pasien.

Baca seluruh artikel materi edukasi obat mukolitik kepada pasien untuk memahami lebih dalam, atau pilih pada poin yang diinginkan pada daftar isi berikut:

Apa itu obat mukolitik?

Mukolitik adalah bagian dari kelompok obat yang disebut agen mukoaktif, dan digunakan untuk mengelola produksi lendir yang disebabkan oleh kondisi pernapasan kronis.

Kelompok obat ini terdiri dari obat yang berbeda yang dapat bekerja dengan cara yang berbeda dan digunakan untuk tujuan yang berbeda.

Beberapa mukolitik mungkin memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi, sementara yang lain memiliki efek ekspektoran atau antitusif tambahan.

Meskipun mereka dapat bekerja dengan cara yang berbeda, mukolitik biasanya diresepkan untuk tujuan yang sama, yaitu mengencerkan kelebihan lendir untuk membersihkannya dari paru-paru.

Kebanyakan mukolitik diberikan sebagai obat oral, meskipun mereka juga dapat diberikan sebagai formulasi intravena atau nebulizer.

Obat N-acetylcysteine, carbocisteine, dan erdosteine, misalnya ​​diberikan sebagai dosis oral untuk penyakit pernapasan.

Sedangkan Dornase alfa diberikan melalui nebulizer untuk pasien dengan cystic fibrosis.

Dokter dapat mengkombinasikan obat mukolitik bersama dengan obat lain, tergantung pada kondisi pasien yang sedang dirawat.

Dornase alfa biasanya diresepkan bersama dengan antibiotik untuk cystic fibrosis.

Mukolitik dapat diberikan dalam kombinasi dengan agen mukoaktif lain, seperti ekspektoran, untuk membantu mengobati batuk produktif.

Mucinex (guaifenesin) adalah ekspektoran yang membantu meningkatkan volume air dan sekresi di saluran udara.

Menggabungkan agen mukoaktif dapat membantu mengelola sekresi saluran napas dan meningkatkan pembersihan lendir.

BACA JUGA: 14 Rute Pemberian Obat yang Wajib Kamu Tahu

Cara Kerja Obat Mukolitik

Lendir biasanya diproduksi di paru-paru dan saluran udara untuk bertindak sebagai bentuk pelumas dan penghalang pelindung terhadap patogen.

Lendir adalah garis pertahanan pertama tubuh terhadap patogen berbahaya, seperti bakteri dan virus, yang menyebabkan infeksi.

Ini dibentuk oleh jembatan silang protein pembentuk gel yang disebut musin.

Protein ini menciptakan lapisan lendir, yang mencegah pertumbuhan bakteri sekaligus memberikan penghalang fisik terhadap iritasi pernapasan dan kehilangan cairan.

Dahak, atau dahak, adalah lendir yang diproduksi di saluran udara, dan bisa kental, lengket, dan sulit untuk batuk.

Lendir dalam jumlah besar juga dapat menurunkan fungsi paru-paru dan mempersulit pernapasan.

Mukolitik mengencerkan lendir di paru-paru dan saluran udara dengan memecah strukturnya.

Lebih khusus lagi, mereka bekerja untuk memecah ikatan yang menyatukan mukoprotein.

Ketika ikatan ini putus, lendir menipis dan dapat dikeluarkan dari saluran udara dengan lebih mudah.

Jenis-Jenis Obat Mukolitik

Ada dua jenis agen mukolitik, yaitu:

  1. Mukolitik Klasik
  2. Mukolitik Peptida

Mukolitik klasik

Mukolitik klasik bekerja dengan memecah jaringan musin yang awalnya membentuk lapisan lendir.

Dengan memecah struktur yang menahan lendir bersama-sama, mukolitik klasik membuat dahak lebih mudah dikeluarkan dari saluran udara.

Obat yang termasuk mukolitik klasik adalah:

  1. N-acetylcysteine
  2. Carbocysteine
  3. Erdosteine
  4. Fudosteine.

Mukolitik Peptida

Mukolitik peptida tidak menyerang jaringan musin yang terdapat pada lapisan lendir.

Sebaliknya, mereka menargetkan tautan protein dan DNA yang biasanya ditemukan dalam nanah.

Mukolitik peptida berguna untuk lendir yang kental dan purulen yang merupakan karakteristik dari cystic fibrosis, yang sering dikaitkan dengan infeksi saluran pernapasan.

Mukolitik peptida termasuk:

  1. Dornase alfa
  2. Timosin beta-4

Efek Samping Mukolitik

Efek samping mukolitik dapat bervariasi tergantung pada obat dan formulasinya.

Efek samping yang paling umum dari mukolitik mungkin termasuk:

  1. Mual
  2. Muntah
  3. Diare
  4. Sakit kepala
  5. Demam
  6. Pilek
  7. Sakit tenggorokan
  8. Kantuk
  9. Ruam

Efek samping yang lebih parah tetapi jarang termasuk:

  1. Sesak dada
  2. Kesulitan bernapas
  3. Pendarahan atau tukak lambung

Dalam kasus yang jarang terjadi, mukolitik dapat menyebabkan reaksi hipersensitivitas, atau alergi.

Segera konsultasi dengan tim medis bila pasien anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi, seperti ruam parah atau pembengkakan pada wajah atau tenggorokan.

Dalam kasus yang jarang terjadi, N-acetylcysteine ​​​​dapat menyebabkan nyeri dada, tekanan darah tinggi atau rendah, atau ruam kulit.

Risiko reaksi alergi dapat meningkat ketika N-asetilsistein diberikan secara intravena.

N-acetylcysteine ​​​​dapat bertindak sebagai iritasi ketika diberikan sebagai aerosol.

Efek samping lain yang kurang umum dari dornase alfa termasuk nyeri dada dan konjungtivitis.

Reaksi alergi terhadap dornase alfa jarang terjadi.

Daftar efek samping diatas tidak lengkap.

Efek samping umumnya ringan dan membatasi diri, dan mukolitik secara luas dianggap aman untuk digunakan pada orang dewasa dan anak-anak dari segala usia.

Kolaborasi dengan tim medis sebelum memberikan obat mukolitik kepada pasien.

Diagnosis Keperawatan Terkait

Beberapa diagnosis keperawatan yang mungkin membutuhkan pemberian obat mukolitik antara lain:

  1. Bersihan jalan napas tidak efektif
  2. Pola napas tidak efektif
  3. Risiko aspirasi

Referensi

  1. Gupta R, Wadhwa R. Mucolytic Medications. [Updated 2022 Jul 4]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559163/
  2. Sison, Gerardo. Mucolytics: uses, common brands, and safety info. Diakses pada 22 Agustus 2022 di https://www.singlecare.com/drug-classes/mucolytics

Leave a Reply

Your email address will not be published.