Perawat.Org | kuesioner kemampuan self-management pasien DM.

Penelitian ini merupakan judul Tesis Magister Keperawatan (M.Kep) saya pada tahun 2017.

Latar belakang penelitian ini adalah tingginya jumlah penderita diabetes mellitus di dunia secara umum, dan di Indonesia secara khusus.

Penderita Diabetes Mellitus menghabiskan 95% perawatannya tanpa bantuan dari tenaga Kesehatan, atau melakukan perawatan secara mandiri. Oleh karena itu kemampuan manajemen diri (self-management) penderita  sangat penting untuk mencegah atau menunda serangan komplikasi yang mungkin muncul.

Instrumen yang saya kembangkan dalam versi bahasa Indonesia ini disebut “Diabetes Self-Management Instrument” atau disingkat dengan DSMI.

DSMI pertama kali dikembangkan oleh Profesor Chiu-Chu Lin dari Universitas Kaohsiung, Taiwan, terdiri dari 35 pertanyaan yang mencerminkan 5 domain, antara lain:

  1. Integrasi diri (self-integration)
  2. Regulasi diri (self-regulation)
  3. Interaksi dengan petugas Kesehatan.
  4. Periksa gula darah sendiri (self-monitoring)
  5. Kepatuhan terhadap perawatan.

Setelah mendapatkan izin dari Profesor Lin untuk mengembangkan DSMI dalam versi Bahasa Indonesia, saya kemudian melakukan penelitian untuk tesis tersebut.

Penelitian ini dilakukan melalui empat fase, antara lain:

  1. Translation & Back-Translation untuk memastikan DSMI versi Indonesia memiliki persamaan semantic, konten, dan teknikal dengan DSMI versi asli.
  2. Focus Group Discussion Bersama 6 orang penderita DM Tipe II untuk mengevaluasi setiap pertanyaan dalam DSMI versi Indonesia.
  3. Panel Expert dengan 4 orang Edukator Diabetes untuk memastikan DSMI versi Indonesia telah valid, baik secara muka (face validity) maupun secara konten (content validity).
  4. Pilot study dengan 30 responden penderita DM Tipe II di RS Sint Carolus Jakarta.

Hasil dari penelitian saya adalah DSMI Versi Indonesia dapat dilakukan untuk mengkaji perilaku manajemen diri (self-management) pada pasien dewasa dengan diabetes mellitus tipe 2.

Namun DSMI ini masih perlu dilakukan uji psikometrik, baik dengan EFA (exploratory factor analysis) maupun dengan CFA (confirmatory factor analysis).

Lebih lanjut, DSMI versi Indonesia merupakan salah satu kuesioner kemampuan self-management pasien DM.

Baca lebih dalam tentang penelitian ini disini.

Anda boleh menggunakan instrumen DSMI versi Indonesia ini sebagai kuesioner guna keperluan penelitian.

Download instrument DSMI disini

Bila ada pertanyaan lebih lanjut atau ingin mendapatkan izin tertulis penggunaan DSMI dari saya, silahkan email di leorulino@gmail.com dan akan saya balas dalam waktu kurang lebih 1-7 hari kerja.

Cara mensitasi:

Format APA 5th

Rulino, Leo. (2017). Pengembangan Awal Diabetes Self-Management Instrument Versi Indonesia. Jurnal Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya, 3 (2). p 63-76. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *