cara menentukan intervensi keperawatan

Cara menentukan intervensi keperawatan sudah distandarisasi oleh PPNI dalam buku Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI).

Intervensi keperawatan adalah segala treatment yang dikerjakan oleh Perawat yang didasarkan pada pengetahuan dan penilaian klinis untuk mencapai luaran (outcome) yang diharapkan.

Intervensi keperawatan digunakan oleh Perawat untuk melaksanakan tindakan keperawatan. Tindakan keperawatan adalah perilaku atau aktivitas spesifik yang dikerjakan oleh Perawat untuk mengimplementasikan intervensi keperawatan.

Baca juga “Cara Menulis Luaran Keperawatan”

Sebelum melihat cara menentukan intervensi keperawatan, terlebih dahulu Perawat harus memahami tentang komponen intervensi keperawatan.

Komponen Intervensi Keperawatan

Komponen intervensi keperawatan terdiri dari : (1) label; (2) definisi; dan (3) tindakan.

Label

Label merupakan nama dari intervensi keperawatan yang merupakan kata kunci untuk memperoleh informasi terkait intervensi keperawatan tersebut.

Label intervensi keperawatan terdiri atas satu atau beberapa kata yang diawali dengan kata benda (nomina), bukan kata kerja (verba), yang berfungsi sebagai deskriptor atau penjelas dari intervensi keperawatan

Dalam buku SIKI, terdapat 18 deskriptor pada label intervensi keperawatan, yaitu:

  1. Dukungan (arti: memfasilitasi, memudahkan, atau melancarkan)
  2. Edukasi (arti: mengajarkan atau memberikan informasi)
  3. Kolaborasi (arti: melakukan kerjasama atau interaksi)
  4. Konseling (arti: memberikan bimbingan)
  5. Konsultasi (arti: memberikan informasi tambahan atau pertimbangan)
  6. Latihan (arti: mengajarkan suatu keterampilan atau kemampuan)
  7. Manajemen (arti: mengidentifikasi dan menganalisa data)
  8. Pemantauan (arti: mengumpulkan dan menganalisis data)
  9. Pemberian (arti: menyiapkan dan memberikan)
  10. Pemeriksaan (arti: mengobservasi dengan teliti)
  11. Pencegahan (arti: meminimalkan risiko atau komplikasi)
  12. Pengontrolan (arti: mengendalikan)
  13. Perawatan (arti: mengidentifikasi dan merawat)
  14. Promosi (arti: meningkatkan)
  15. Rujukan (arti: menyusun penatalaksanaan lebih lanjut)
  16. Resusitasi (arti: memberikan tindakan secara cepat untuk mempertahankan kehidupan)
  17. Skrining (arti: mendeteksi secara dini)
  18. Terapi (arti: memulihkan kesehatan dan/atau menurunkan risiko)

Definisi

Komponen definisi menjelaskan tentang makna dari label intervensi keperawatan. Definisi label intervensi keperawatan diawali dengan kata kerja (verba) berupa perilaku yang dilakukan oleh Perawat, bukan perilaku Pasien.

Tindakan

Komponen ini merupakan rangkaian perilaku atau aktivitas yang dikerjakan oleh Perawat untuk mengimplementasikan intervensi keperawatan terdiri atas observasi, terapeutik, edukasi dan kolaborasi.

  1. Observasi, adalah tindakan yang ditujukan untuk mengumpulkan dan menganalisis data status kesehatan pasien. Tindakan ini umumnya menggunakan kata-kata “periksa,” “identifikasi,” atau “monitor.”
  2. Terapeutik, adalah tindakan yang secara langsung dapat berefek memulihkan status kesehatan pasien. Tindakan ini umumnya menggunakan kata “berikan,” “lakukan,” dan kata-kata lainnya.
  3. Edukasi, adalah tindakan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pasien merawat dirinya dengan membantu pasien memperoleh perilaku baru yang dapat mengatasi masalah. Tindakan ini umumnya menggunakan kata “anjurkan,” “ajarkan,” atau “latih”.
  4. Kolaborasi, adalah tindakan yang membutuhkan kerjasama baik dengan Perawat lainnya maupun dengan profesi kesehatan lainnya. Tindakan ini hanya dilakukan jika perawat memerlukan penanganan lebih lanjut. Tindakan ini umumnya menggunakan kata “kolaborasi,” “rujuk,” atau “konsultasikan”.

Perhatian!

Hindari penggunakan kata “kaji” untuk tindakan observasi, karena serupa dengan tahap awal proses keperawatan, dan agar tidak rancu dengan tindakan keperawatan yang merupakan tahap pascadiagnosis, sementara pengkajian merupakan tahap prediagnosis.

Cara Menentukan Intervensi Keperawatan

Cara menentukan intervensi keperawatan membutuhkan pertimbangan Perawat terhadap beberapa faktor, antara lain:

Karakteristik Diagnosis Keperawatan

Intervensi keperawatan diharapkan dapat mengatasi etiologi atau tanda/gejala diagnosis keperawatan. Jika etiologi tidak dapat secara langsung diatasi, maka intervensi keperawatan diarahkan untuk menangani tanda/gejala diagnosis keperawatan. Untuk diagnosis risiko, intervensi keperawatan diarahkan untuk mengeliminasi faktor risiko.

Luaran Keperawatan yang diharapkan

Luaran keperawatan akan memberikan arahan yang jelas dalam penentuan intervensi keperawatan. Luaran keperawatan merupakan hasil akhir yang diharapkan setelah pemberian intervensi keperawatan.

Kemampulaksanaan Intervensi Keperawatan

Perawat perlu mempertimbangkan waktu, tenaga/staf, dan sumber daya yang tersedia sebelum merencanakan dan mengimplementasikan intervensi keperawatan kepada pasien.

Kemampuan Perawat

Perawat diharapkan mengetahui rasionalisasi ilmiah terkait intervensi keperawatan yang akan dilakukan dan memiliki keterampilan psikomotor yang diperlukan untuk mengimplementasikan intervensi keperawatan tersebut.

Dalam buku SIKI, ada beberapa intervensi yang membutuhakn pengetahuan dan keterampilan khusus, seperti: manajemen alat pacu jantung, manajemen ventilasi mekanik, terapi akupresur, terapi bekam, dan terapi hipnotis.

Penerimaan Pasien

Intervensi keperawatan yang dipilih harus dapat diterima oleh pasien dan sesuai dengan nilai-nilai dan budaya yang dianut pasien.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian akan menunjukkan efektivitas keperawatan pada pasien tertentu. Jika penelitian belum tersedia, maka perawat dapat menggunakan prinsip ilmiah atau berkonsultasi dengan perawat spesialis dalam menentukan pilihan intervensi keperawatan.

Referensi

PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) Edisi I. Jakarta: PPNI.

Leave a Reply

Your email address will not be published.