pemberian imunisasi/vaksin

Pemberian imunisasi/vaksin adalah tindakan yang dilakukan oleh Perawat untuk memberikan antigen yang dapat merangsang pembentukan imunitas di dalam tubuh serta mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi.

Diagnosis Keperawatan

Diagnosis keperawatan yang membutuhkan Tindakan pemberian imunisasi/vaksin menurut buku SPO Keperawatan (PPNI, 2021) adalah risiko infeksi.

Persiapan alat

Alat-alat yang dibutuhkan untuk pemberian imunisasi/vaksin, antara lain:

  1. Sarung tangan bersih
  2. Obat vaksin yang telah di cek
  3. Spuit 1 cc atau sesuai kebutuhan
  4. Alcohol swab
  5. Bengkok
  6. Air hangat
  7. Perlak dan pengalas

Cara cek vaksin

Berikut adalah cara melakukan pemeriksaan vaksin sebelum diberikan kepada pasien:

  1. Cek tanggal kadaluarsa
  2. Cek freeze tag atau suhu lemari es untuk memastikan tidak pernah mengalami penurunan suhu
  3. Cek VVM (Vaccine Vial Monitor)
  4. Lakukan uji kocok VVM, jika perlu.

Cara uji kocok VVM

Langkah-langkah melakukan uji kococ VVM (vaccine vial monitor), antara lain:

  1. Siapkan vaksin kontrol yang dibekukan dalam freezer
  2. Pilih sampel vaksin yang akan di uji
  3. Kocok vaksin kontrol dan vaksin yang akan diuji
  4. Biarkan sesaat dan bandingkan pengendapan pada keduanya
  5. Jika kecepatan mengendap keduanya sama, atau vaksin yang akan diuji mengendap lebih cepat, maka vaksin tersebut telah rusak karena pembekuan, maka jangan digunakan.

SOP Pemberian Imunisasi/Vaksin

SOP pemberian imunisasi/vaksin sesuai SPO PPNI (2021), antara lain:

  1. Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/atau nomor rekam medis)
  2. Jelaskan tujuan dan Langkah-langkah prosedur
  3. Identifikasi Riwayat Kesehatan dan Riwayat alergi
  4. Identifikasi kontraindikasi termasuk kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) sebelumnya
  5. Identifikasi status imunisasi setiap kunjungan
  6. Lakukan pemeriksaan fisik
  7. Lakukan pemeriksaan suhu tubuh, jika lebih dari 37,5°C tunda pemberian imunisasi
  8. Jelaskan vaksin yang akan diberikan, tujuan, manfaat dan cara pemberiannya
  9. Jelaskan kemungkinan KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi ) dan tatalaksananya
  10. Lakukan pemeriksaan vaksin yang akan diberikan (lihat cara cek vaksin diatas)
  11. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan (lihat persiapan alat diatas)
  12. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah
  13. Pasang sarung tangan bersih
  14. Siapkan jarum suntik dan spuit steril yang sesuai
  15. Masukkan vaksin ke dalam spuit sesuai dosis
  16. Buang udara pada spuit
  17. Pasang perlak dan pengalas
  18. Posisikan pasien dengan aman dan nyaman sesuai area penyuntikan
  19. Desinfeksi area penyuntikan dengan alcohol swab (untuk vaksin pasif) atau air hangat (untuk vaksin aktif)
  20. Injeksikan vaksin sesuai rute pemberian (I.M, I.C, S.C)
  21. Buang jarum spuit di safety box tanpa recapping (memasang tutup)
  22. Rapikan pasien dan alat-alat yang digunakan
  23. Lepaskan sarung tangan
  24. Anjurkan pasien melakukan imunisasi/vaksin sesuai jadwal berikutnya
  25. Informasikan imunisasi yang diwajibkan pemerintah dan untuk kejadian khusus
  26. Informasikan penundaan pemberian imunisasi tidak berarti mengulang jadwal imunisasi Kembali
  27. Informasikan penyedia layanan pekan imunisasi nasional yang menyediakan vaksin gratis
  28. Lakukan kebersihan tangan 6 langkah
  29. Dokumentasikan waktu pemberian, nama vaksin (merk dagang, batch), lokasi penyuntikkan dan respon pasien.

Referensi

  1. PPNI (2021). Pedoman Standar Operasional Prosedur Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: PPNI.
  2. PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia:Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.

Leave a Reply

Your email address will not be published.