perawat.org | Apa saja tugas perawat? Kenali peran dan tanggung jawab perawat.
Ketika membayangkan pekerjaan seorang perawat, mungkin yang pertama kali muncul di pikiran kita adalah memberikan obat, memasang infus, mengganti perban, atau membantu dokter menangani pasien.
Namun, tindakan-tindakan tersebut hanya sebagian dari pekerjaan yang dilakukan perawat.
Dalam satu shift, seorang perawat dapat memantau kondisi beberapa pasien, memberikan obat, melakukan tindakan, membantu pasien memenuhi kebutuhan sehari-hari, menjawab pertanyaan keluarga, berkomunikasi dengan dokter dan tenaga kesehatan lain, menangani perubahan kondisi yang terjadi secara tiba-tiba, hingga menyelesaikan dokumentasi sebelum menyerahkan pasien kepada perawat pada shift berikutnya.
Tidak ada dua hari kerja yang benar-benar sama, karena kondisi pasien dapat berubah, pasien baru dapat datang, atau situasi darurat dapat terjadi kapan saja.
Lalu, sebenarnya apa saja tugas yang dilakukan perawat dalam pekerjaan sehari-hari?
Dalam artikel ini, kita akan membahas apa saja tugas-tugas perawat dalam kesehariannya bekerja.
Apa Saja Tugas Perawat?
Meskipun perawat dapat bekerja di berbagai unit dan sektor yang berbeda, ada sejumlah pekerjaan yang umum dilakukan dalam praktik sehari-hari.
Berikut beberapa di antaranya.
1. Memeriksa dan Memantau Kondisi Pasien
Salah satu pekerjaan utama perawat adalah mengetahui bagaimana kondisi pasien saat ini dan mengenali jika terjadi perubahan.
Pemantauan ini tidak hanya dilakukan ketika pasien pertama kali datang, tetapi berlangsung secara terus-menerus selama pasien berada dalam masa perawatan.
Pada awal shift, misalnya, perawat dapat memeriksa kondisi pasien yang menjadi tanggung jawabnya.
Kegiatan ini dapat meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital, menanyakan keluhan, menilai tingkat nyeri, mengamati kondisi fisik, serta memperhatikan perubahan yang terjadi sejak pemeriksaan sebelumnya.
Selama pasien berada dalam perawatan, pemantauan juga terus dilakukan.
Seorang pasien mungkin tampak stabil pada pagi hari, tetapi beberapa jam kemudian mengalami perubahan kondisi.
Perawat bertugas mengenali dan menindaklanjuti adanya perubahan-perubahan seperti ini.
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana perawat mengumpulkan informasi mengenai kondisi pasien, kamu dapat membaca artikel Cara Melakukan Pengkajian Pasien Baru dan 3 Jenis Pengkajian Keperawatan yang Wajib Perawat Tahu.
2. Memberikan Obat
Pemberian obat merupakan salah satu tugas paling sering dilakukan oleh perawat. Namun, aktivitas ini bukanlah sekadar memberikan obat kepada pasien.
Sebelum obat diberikan, perawat harus memastikan berbagai hal sesuai prosedur yang berlaku, seperti identitas pasien, obat yang diberikan, dosis, waktu, dan cara pemberiannya.
Perawat juga perlu memperhatikan kondisi pasien dan respons setelah obat diberikan.
Setelah itu, pemberian obat perlu didokumentasikan agar tenaga kesehatan lain dapat mengetahui terapi yang telah diberikan kepada pasien.
Ini disebut dengan 8 benar pemberian obat, yang harus diperhatikan oleh perawat dalam memberikan obat.
Dalam praktik keperawatan, keamanan pasien adalah aspek yang sangat penting dalam pemberian obat.
Kesalahan kecil, misalnya memberikan obat kepada pasien yang salah atau menggunakan dosis yang tidak sesuai, dapat menimbulkan risiko serius, dan malpraktik.
3. Melakukan Tindakan dan Prosedur Keperawatan
Selain memberikan obat, perawat juga bertugas melakukan berbagai tindakan dan prosedur sebagai bagian dari pelayanan kepada pasien.
Tindakan dan prosedur yang dilakukan bervariasi antara satu pasien dan pasien lainnya.
Seorang pasien setelah operasi mungkin membutuhkan perawatan luka dan pemantauan nyeri.
Pasien yang mengalami keterbatasan mobilitas mungkin membutuhkan bantuan untuk bergerak dan mencegah komplikasi.
Sementara pasien dengan kondisi tertentu dapat membutuhkan pemantauan atau perawatan alat yang digunakan selama menjalani pengobatan.
Beberapa contoh prosedur yang dapat dilakukan perawat antara lain:
- Pemasangan infus
- Pemasangan NGT
- Pemasangan keteter urin
- Perekaman EKG
- Pengambilan sampel darah
- Fisioterapi dada
- Resusitasi Jantung Paru
- Dan masih banyak lagi
Jenis dan kompleksitas tindakan dapat berbeda tergantung unit kerja, kondisi pasien, kompetensi, serta kewenangan yang dimiliki perawat.
4. Membantu Pasien Memenuhi Kebutuhan Sehari-hari
Tidak semua pasien mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.
Pasien yang baru menjalani operasi, mengalami kelemahan, memiliki gangguan mobilitas, atau mengalami penurunan kondisi tertentu mungkin membutuhkan bantuan.
Dalam situasi seperti ini, perawat bertugas untuk membantu pasien memenuhi kebutuhan dasarnya sehari-hari, seperti:
- Bergerak atau berpindah posisi.
- Menjaga kebersihan diri (personal hygiene)
- Makan dan minum.
- Memenuhi kebutuhan eliminasi.
- Menjaga kenyamanan.
- Beristirahat dengan posisi yang aman.
- Mencegah risiko akibat keterbatasan aktivitas.
Bagian pekerjaan ini terkadang terlihat sederhana dibandingkan tindakan yang menggunakan alat atau teknologi medis.
Namun membantu pasien memenuhi kebutuhan dasar adalah bagian yang sangat penting dari proses perawatan.
Semua kebutuhan sehari-hari pasien harus diperhatikan agar kebutuhannya tetap terpenuhi, sambil menjaga agar risiko-risiko yang mungkin terjadi dapat diminimalkan.
5. Berkomunikasi dengan Pasien dan Keluarga
Dalam melakukan pekerjaannya, perawat akan selalu berinteraksi dengan pasien dan keluarga setiap hari.
Komunikasi dapat terjadi saat perawat menanyakan keluhan, menjelaskan tindakan yang akan dilakukan, menjawab pertanyaan, atau mendengarkan kekhawatiran pasien.
Namun, komunikasi dalam pekerjaan perawat bukanlah hal yang mudah.
Berbeda dengan komunikasi biasa, komunikasi antara perawat-pasien atau perawat-keluarga memiliki tantangan tersendiri.
Perawat berhadapan dengan orang yang sedang kesakitan, takut, cemas, marah, bingung, atau kesulitan menyampaikan apa yang dirasakannya.
Karena itu, kemampuan berkomunikasi menjadi bagian penting dalam pekerjaan seorang perawat.
Perawat perlu mampu mendengarkan, memberikan respons yang tepat, dan menyampaikan informasi dengan cara yang dapat dipahami pasien maupun keluarganya.
Dalam melaksanakan komunikasi ini, perawat menggunakan teknik yang disebut dengan komunikasi terapeutik.
6. Berkoordinasi dengan Dokter dan Tenaga Kesehatan Lain
Seorang pasien membutuhkan pelayanan dari lebih dari satu profesi kesehatan. Tidak ada satu profesi kesehatan pun yang mampu bekerja sendiri, termasuk perawat.
Oleh karena itu, perawat perlu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan dokter, apoteker, ahli gizi, fisioterapis, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya sesuai kebutuhan pasien.
Perawat juga selalu melakukan koordinasi dengan perawat lain, misalnya saat melakukan serah terima atau handover pada pergantian shift.
Informasi mengenai kondisi pasien, tindakan yang telah diberikan, masalah yang perlu diperhatikan, dan rencana tindak lanjut disampaikan oleh perawat sebelumnya ke perawat yang akan bertugas agar perawatan pasien dapat terus berlanjut.
7. Memberikan Edukasi kepada Pasien dan Keluarga
Tidak semua pekerjaan perawat berakhir setelah tindakan selesai dilakukan.
Dalam banyak situasi, pasien dan keluarga juga perlu memahami apa yang sedang terjadi dan apa yang perlu mereka lakukan.
Misalnya, seorang pasien mungkin perlu mengetahui cara merawat luka setelah pulang. Pasien lain mungkin perlu memahami cara menggunakan obat, mengatur pola makan, atau mengenali tanda bahaya yang mengharuskannya kembali ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Perawat bertugas memberikan edukasi sesuai kebutuhan pasien dan keluarganya.
Edukasi menjadi semakin penting saat pasien akan melanjutkan perawatan di rumah, karena keluarga sering kali menjadi orang yang akan membantu merawat pasien setelah keluar dari rumah sakit.
8. Mendokumentasikan Pelayanan yang Diberikan
Mungkin dokumentasi ini adalah bagian dari pekerjaan perawat yang paling sering tidak disadari oleh orang awam, karena tidak terlihat.
Biasanya perawat akan duduk sendirian di nursing station saat melakukan dokumentasi, sehingga tidak kelihatan, padahal nyatanya ini adalah salah satu tugas paling penting yang harus dilakukan oleh perawat.
Perawat akan mencatat segala informasi kondisi pasien, hasil pemantauan, tindakan-tindakan yang telah dilakukan, catatan obat, respon-respon pasien terhadap tindakan, hingga perubahan kondisi pasien di catatan pasien.
Tergantung fasilitas pelayanan kesehatannya, dokumentasi ini bisa dilakukan secara konvensional dengan pulpen dan kertas, atau dengan digital di komputer.
Dokumentasi ini tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan administratif saja, tetapi juga bertujuan untuk membantu perawat pada shift berikutnya dan tenaga kesehatan lain memahami apa yang telah terjadi pada pasien.
Bayangkan jika seorang perawat sudah selesai memberikan obat, melakukan tindakan, atau menemukan perubahan kondisi pasien, tetapi tidak ada informasi yang dapat ditelusuri oleh petugas berikutnya.
Maka pelayanan pasien dapat menjadi tidak berkesinambungan.
9. Menjaga Keselamatan dan Kenyamanan Pasien
Keselamatan pasien atau patient safety adalah standar pelayanan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Saking pentingnya ini, bahkan ada indikator keselamatan pasien yang harus diikuti oleh seluruh petugas di fasyankes yang dikenal dengan international patient safety goals yang diterbitkan oleh Joint Comission International.
Ada banyak indikator, salah satunya adalah kewaspadaan obat-obat high alert.
Dalam pekerjaan sehari-hari, perawat memiliki peran penting dalam membantu mengidentifikasi dan mengurangi berbagai risiko yang mungkin dialami pasien.
Memastikan tempat tidur pasien aman, memantau pasien yang berisiko jatuh, atau mengenali perubahan kondisi lebih awal memberikan dampak besar terhadap keselamatan pasien.
Seperti Apa Tugas Perawat dalam Satu Shift?
Daftar tugas di atas mungkin membuat pekerjaan perawat terlihat seperti rangkaian aktivitas yang dilakukan satu per satu.
Kenyataannya, pekerjaan seorang perawat tidak selalu berjalan serapi itu.
Dalam satu shift, perawat dapat berpindah dari satu pasien ke pasien lain sambil terus menentukan pekerjaan mana yang harus didahulukan.
Memulai Shift dengan Menerima Informasi dan Mengecek Pasien
Pekerjaan biasanya dimulai dengan menerima handover dari perawat yang bertugas sebelumnya.
Perawat harus mengetahui identitas dan kondisi setiap pasien, perkembangan terbaru, tindakan yang telah dilakukan, serta hal-hal yang membutuhkan perhatian khusus.
Setelah itu, perawat dapat melakukan pengecekan awal dan menentukan prioritas.
Pasien yang membutuhkan perhatian segera tentu harus ditangani terlebih dahulu dibandingkan pekerjaan yang masih dapat dilakukan beberapa saat kemudian.
Selama Shift Tidak Hanya Melakukan Satu Pekerjaan
Selama bekerja, seorang perawat dapat melakukan berbagai aktivitas secara bergantian.
Pada satu waktu, perawat mungkin sedang memberikan obat kepada seorang pasien. Beberapa menit kemudian, pasien lain mungkin membutuhkan bantuan untuk ke kamar mandi.
Setelah itu, keluarga pasien mungkin ingin menanyakan perkembangan kondisi anggota keluarganya.
Di saat yang sama, perawat dapat menerima informasi bahwa kondisi pasien lain mengalami perubahan.
Inilah salah satu gambaran mengapa pekerjaan perawat membutuhkan kemampuan menentukan prioritas.
Pekerjaan tidak selalu berjalan sesuai daftar yang sudah direncanakan pada awal shift, karena kondisi pasien dapat berubah kapan saja.
Jika Kondisi Pasien Berubah
Jika kondisi pasien berubah, perawat harus melakukan pemeriksaan ulang, menentukan tindakan yang perlu dilakukan sesuai kondisi, dan berkomunikasi dengan pihak yang terkait apabila diperlukan.
Setelah tindakan dilakukan, kondisi pasien tetap perlu dipantau.
Situasi seperti ini dapat terjadi di tengah berbagai pekerjaan lain yang juga harus diselesaikan.
Mengakhiri Shift: Memastikan Informasi Tidak Terputus
Menjelang akhir shift, pekerjaan tidak langsung selesai.
Informasi penting mengenai pasien perlu didokumentasikan dan disampaikan kepada perawat yang akan melanjutkan pelayanan pada shift berikutnya.
Serah terima membantu memastikan bahwa perawat berikutnya mengetahui kondisi pasien dan hal-hal yang perlu diperhatikan.
Dengan demikian, pelayanan pasien dapat terus berlanjut meskipun perawat yang bertugas telah berganti.
Tanggung Jawab yang Menyertai Tugas Seorang Perawat
Perawat tidak melakukan pekerjaan hanya untuk menyelesaikan daftar tugasnya saja.
Setiap tindakan yang dilakukan perawat memiliki tanggung jawab profesional, antara lain:
Bekerja Sesuai Kompetensi dan Kewenangan
Tidak semua perawat memiliki tugas atau kompetensi yang sama.
Jenis pelayanan dan tindakan yang dilakukan harus disesuaikan dengan kompetensi, kewenangan, penugasan, serta ketentuan yang berlaku.
Karena itu, tugas dan kewenangan seorang perawat dapat berbeda antara satu dengan yang lain.
Menjaga Keselamatan Pasien
Dalam setiap tindakan, perawat harus mengutamakan keselamatan pasien.
Perawat perlu mengikuti prosedur, memperhatikan risiko, dan mengambil langkah yang diperlukan ketika menemukan kondisi yang dapat membahayakan pasien.
Menjaga Privasi dan Kerahasiaan Pasien
Informasi mengenai kondisi kesehatan pasien tidak boleh dibagikan secara sembarangan.
Perawat harus menjaga privasi pasien selama memberikan pelayanan serta memperlakukan informasi kesehatan pasien secara bertanggung jawab.
Mendokumentasikan dan Melaporkan Informasi Penting
Informasi mengenai kondisi pasien dan pelayanan yang diberikan harus dicatat sesuai peraturan institusi.
Ketika terjadi perubahan kondisi atau ditemukan masalah yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, informasi tersebut juga harus dikomunikasikan kepada pihak yang tepat sesuai sistem pelayanan.
Hal yang Sering Tidak Terlihat dari Pekerjaan Perawat
Saat kita melihat seorang perawat dari luar saja, maka kita hanya akan melihat sebagian kecil dari pekerjaannya, yaitu seorang yang datang ke tempat tidur pasien, melakukan sesuatu, kemudian pergi.
Namun, di balik aktivitas tersebut terdapat banyak pekerjaan-pekerjaan lain yang tidak kelihatan.
Perawat harus mengingat dan memahami informasi mengenai pasien yang menjadi tanggung jawabnya.
Lalu menentukan pekerjaan mana yang harus dilakukan terlebih dahulu, memperhatikan perubahan kondisi, berkomunikasi dengan berbagai orang, melakukan dokumentasi, dan menyesuaikan pekerjaannya ketika situasi berubah.
Pada saat yang sama, pasien yang satu belum tentu memiliki kebutuhan yang sama dengan pasien lainnya.
Inilah yang membuat pekerjaan perawat tidak hanya membutuhkan keterampilan melakukan tindakan, tetapi juga kemampuan berpikir, berkomunikasi, menentukan prioritas, dan bekerja sama dengan orang lain.
Jika kamu ingin memahami profesi perawat secara lebih luas, termasuk perannya di luar pekerjaan sehari-hari, kamu juga dapat membaca artikel Apa Itu Perawat? Pengertian, Peran, dan Perbedaannya dengan Tenaga Kesehatan Lain.
Kesimpulan
Tugas perawat tidak hanya memberikan obat, memasang infus, atau melakukan tindakan tertentu.
Dalam pekerjaan sehari-hari, perawat dapat memeriksa dan memantau kondisi pasien, memberikan obat, melakukan tindakan keperawatan, membantu memenuhi kebutuhan dasar, berkomunikasi dengan pasien dan keluarga, berkoordinasi dengan tenaga kesehatan lain, memberikan edukasi, mendokumentasikan pelayanan, serta membantu menjaga keselamatan pasien.
Semua pekerjaan tersebut tidak selalu dilakukan dalam urutan yang sama.
Dalam satu shift, prioritas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasien dan situasi yang terjadi.
Selain itu, tugas seorang perawat juga dapat berbeda tergantung tempat kerja dan bidang pelayanan. Perawat IGD, ICU, puskesmas, maupun home care dapat memiliki aktivitas sehari-hari yang berbeda, meskipun semuanya tetap menjalankan pelayanan keperawatan sesuai kompetensi dan konteks praktiknya.
Menjadi perawat berarti menjalankan berbagai pekerjaan yang saling berkaitan untuk membantu memastikan pasien mendapatkan pelayanan dan perawatan yang aman, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhannya.
