SOP fototerapi bayi adalah tindakan yang dilakukan oleh Perawat untuk memberikan terapi penyinaran pada bayi yang mengalami ikterik akibat bilirubin tidak berkonjugasi masuk ke dalam sirkulasi (PPNI, 2021).
Ikterik neonatus adalah kondisi yang umum terjadi pada bayi.
Sekitar 50% bayi aterm dan 80% bayi prematur mengalami ikterik/jaundice, yang biasanya muncul 2 hingga 4 hari setelah lahir, dan sembuh secara spontan setelah 1 hingga 2 minggu (Woodgate & Jardine, 2015).
Sebagian besar penyakit kuning pada bayi baru lahir disebabkan oleh peningkatan pemecahan sel darah merah dan penurunan ekskresi bilirubin (Woodgate & Jardine, 2015).
Fototerapi bekerja dengan menginduksi fotoisomerisasi bilirubin dan mengubah bilirubin menjadi lumirubin, yang merupakan langkah pembatas kecepatan untuk ekskresi bilirubin (Ansong-Assoku et al, 2022).
Penting untuk mempertahankan hidrasi yang adekuat dan memastikan keluaran urin normal karena sebagian besar bilirubin diekskresikan dalam urin sebagai lumirubin (Ansong-Assoku et al, 2022).
Meski fototerapi dianggap relatif aman, namun penelitian terbaru menunjukkan kemungkinan efek samping jangka panjang.
Efek samping yang dilaporkan muncul akibat pemberian fototerapi termasuk ruam, dehidrasi, hipokalsemia, kerusakan retina, hemolisis karena kerusakan oksidatif, keterlambatan penutupan PDA pada bayi prematur, dan reaksi alergi (Wang et al, 2021).
Diagnosis Keperawatan
Diagnosis keperawatan yang membutuhkan tindakan pemberian fototerapi pada bayi menurut buku SOP Keperawatan (PPNI, 2021) adalah ikterik neonatus.
Ikterik neonatus adalah kondisi dimana kulit dan membran mukosa neonatus menguning setelah 24 jam kelahiran akibat bilirubin tidak terkonjugasi masuk ke dalam sirkulasi (PPNI, 2017).
Persiapan alat
Alat-alat yang dibutuhkan untuk tindakan pemberian fototerapi pada bayi (PPNI, 2021), antara lain:
- Unit fototerapi
- Penutup mata yang tidak tembus cahaya
- Kain/tirai putih
- Termometer
- Formulir pemakaian fototerapi
SOP Fototerapi Bayi
SOP fototerapi bayi sesuai SOP PPNI:
- Identifikasi pasien menggunakan minimal dua identitas (nama lengkap, tanggal lahir, dan/atau nomor rekam medis)
- Jelaskan tujuan dan Langkah-langkah prosedur
- Siapkan alat (lihat persiapan alat diatas)
- Lakukan pemeriksaan fungsi unit fototerapi
- Lakukan kebersihan tangan 6 langkah
- Ukur suhu bayi, jika <36,5 C lakukan fototerapi dalam incubator
- Buka baju bayi, kecuali diaper
- Pasangkan penutup mata selama bayi dilakukan fototerapi
- Letakkan bayi dibawah unit fototerapi dengan jarak 45 – 50 cm
- Nyalakan tombol lampu fototerapi
- Pasang kain/tirai putih di atas unit fototerapi
- Rapikan pasien dan alat-alat yang digunakan
- Lakukan kebersihan tangan 6 langkah
- Lakukan pencatatan tanggal dan waktu pemasangan lampu fototerapi pada formulir pemakaian fototerapi
- Dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan dan respons pasien
Referensi
- PPNI (2021). Pedoman Standar Operasional Prosedur Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: PPNI.
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia:Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1 Cetakan III (Revisi). Jakarta: PPNI.
- Woodgate, P., & Jardine, L. A. (2015). Neonatal jaundice: phototherapy. BMJ clinical evidence, 2015, 0319.
- Wang, J., Guo, G., Li, A., Cai, W. Q., & Wang, X. (2021). Challenges of phototherapy for neonatal hyperbilirubinemia (Review). Experimental and therapeutic medicine, 21(3), 231. https://doi.org/10.3892/etm.2021.9662
- Ansong-Assoku, B., Shah, SD., Adnan, M., et al. (7 Agustus 2022). Neonatal Jaundice. Diakses pada 12 Januari 2023 di https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532930/
