Maksimal percobaan pasang infus

Berapa Kali Maksimal Percobaan Pasang Infus pada Anak?

Bagikan:

Pertanyaan:

Ners, seringkali di lapangan kita merasa tidak enak pada orang tua jika gagal memasang infus pada anak, tapi di sisi lain kita merasa “penasaran” untuk mencoba lagi. Sebenarnya, ada tidak sih batasan maksimal percobaan pasang infus (penusukan) sebelum kita harus menyerah atau ganti petugas?

Intisari Jawaban:

Halo Ners! 

Berdasarkan standar internasional dari Infusion Nurses Society (INS), petugas medis dibatasi maksimal 2 kali percobaan penusukan. 

Jika gagal, prosedur harus dihentikan dan dievaluasi atau dialihkan ke petugas lain yang lebih kompeten. 

Memaksakan penusukan berulang bukan hanya tidak etis, tapi juga membahayakan kondisi klinis dan psikologis pasien anak.

Mengacu pada Infusion Therapy Standards of Practice yang diterbitkan oleh INS, terdapat aturan yang sangat jelas mengenai maksimal percobaan pasang infus:

1. Aturan “2 Kali Percobaan” Per Petugas

Standar ini dengan tegas menyatakan: Batasi upaya insersi PIVC tidak lebih dari 2 kali per klinisi. 

Artinya, jika Anda sudah mencoba dua kali dan belum berhasil mendapatkan akses vena, Anda wajib berhenti. 

Tidak diperbolehkan adanya percobaan ketiga oleh orang yang sama, meskipun petugas merasa “sudah hampir berhasil.”

Ini adalah jumlah maksimal percobaan pasang infus.

Lihat: SOP Pemasangan Infus

2. Mengapa Batasan Ini Sangat Krusial?

Mengapa kita tidak boleh mencoba berkali-kali? 

Sumber standar praktik tersebut menjelaskan beberapa risiko fatal jika kita mengabaikan batasan ini:

  • Nyeri Pasien: Setiap tusukan yang gagal menyebabkan nyeri hebat, terutama pada anak-anak yang belum memiliki koping nyeri yang baik.
  • Keterlambatan Terapi: Terlalu lama fokus pada kegagalan pasang infus akan menunda masuknya cairan atau obat-obatan penting.
  • Membatasi Akses di Masa Depan: Tusukan yang gagal dapat menyebabkan hematoma dan kerusakan vena permanen, sehingga di masa depan pasien akan semakin sulit mendapatkan jalur infus.
  • Peningkatan Biaya: Penggunaan alat habis pakai (abbocath, swab, dll) yang berlebihan meningkatkan beban biaya perawatan.
  • Risiko Komplikasi: Semakin banyak lubang tusukan, semakin tinggi risiko infeksi dan komplikasi vaskular lainnya.

3. Strategi Eskalasi

Jika dua petugas masing-masing telah gagal dalam 2 kali percobaan (total 4 kali percobaan), institusi pelayanan kesehatan disarankan untuk:

  • Melibatkan ahli (misalnya perawat spesialis anak atau dokter anestesi).
  • Menggunakan bantuan teknologi seperti ultrasound (USG) atau near-infrared light (vein finder) untuk meningkatkan peluang keberhasilan.

Punya Pertanyaan atau Dilema Etis Lainnya?

Kami memahami bahwa dinamika di lapangan sering kali lebih kompleks daripada teori di buku. 

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar praktik keperawatan, regulasi, atau standar profesi, silahkan kirimkan pertanyaan Anda melalui email ke: merawattanpabias@gmail.com

Pertanyaan yang menarik dan paling sering ditanyakan akan dikurasi oleh tim Perawat.org untuk dijawab secara mendalam dalam artikel edukasi selanjutnya.