Era Baru Keperawatan Dimulai: HPII Dorong Perawat Indonesia Kuasai AI dan Transformasi Digital

Bagikan:

Yogyakarta 15 Agustus 2026 — Himpunan Perawat Informatika Indonesia (HPII) mendorong penguatan kompetensi digital, inovasi, dan peran strategis perawat dalam menghadapi transformasi kesehatan berbasis teknologi melalui Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) HPII 2026 yang digelar pada 14–15 Agustus 2026 di Gadjah Mada University Club (UC) Hotel Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.Mengusung tema “AI-Driven Nursing: Transformasi Digital untuk Keselamatan Pasien dan Ketahanan Sistem Kesehatan Nasional”, kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta dari 20 provinsi di Indonesia dan mempertemukan perawat, akademisi, mahasiswa, praktisi informatika kesehatan, rumah sakit, pemerintah, serta inovator teknologi kesehatan.

PIT HPII 2026 membahas sejumlah isu strategis, mulai dari SATUSEHAT, rekam medis elektronik (RME), interoperabilitas data, artificial intelligence (AI), keamanan data, Medical Device Integration (MDI), hingga penguatan kompetensi digital perawat.Ketua Umum DPP PPNI, Dr. Harif Fadhillah, S.Kp., S.H., M.Kep., M.H., dalam pembukaan kegiatan menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus tetap berjalan seiring dengan nilai dasar profesi keperawatan. “Teknologi memang harus kita gunakan, tetapi dalam menggunakan teknologi, caring tetap harus kita jaga.” Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan PIT HPII 2026 bahwa transformasi digital bukan untuk menggantikan peran perawat, tetapi memperkuat kualitas, keselamatan, efektivitas, dan keberlanjutan pelayanan keperawatan.

Selain seminar dan talkshow, peserta mengikuti pameran inovasi, kunjungan ke Rumah Sakit Akademik UGM, serta berbagai workshop yang diarahkan menghasilkan luaran praktis bagi pendidikan dan pelayanan keperawatan.Lima fokus hasil kegiatan meliputi pengembangan bahan kajian Sistem Informasi Keperawatan, policy brief pembentukan tim informatika keperawatan di rumah sakit, pelatihan digital staff scheduling dan e-credential, pengembangan panduan inovasi peningkatan mutu, serta penguatan keterampilan AI prompting untuk perawat, termasuk pemanfaatannya dalam dokumentasi keperawatan.

PIT HPII 2026 juga menampilkan 12 inovasi keperawatan dan kesehatan digital dari berbagai institusi, mulai dari chatbot edukasi pasien, telehealth, telerehabilitasi, sistem dokumentasi keperawatan, dashboard asesmen, deteksi risiko jatuh, hingga teknologi berbasis virtual reality.Semangat inovasi turut diwujudkan melalui Kompetisi Inovasi Digital Kesehatan yang melahirkan enam pemenang dari kategori gagasan dan prototipe. Sejumlah inovasi yang mendapat penghargaan antara lain HEMATOFY, NursiVoice-TB, NASH, PETRUK, MAS BIMA, dan Multi Prima.Ketua Pengurus Pusat HPII, Prof. Dr. Rr. Tutik Sri Hariyati, S.Kp., MARS., FISQua, menyampaikan bahwa keanggotaan HPII saat ini telah mencapai sekitar 4.390 anggota yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. HPII juga terus memperluas kepengurusan wilayah dan jejaring kolaborasi dengan institusi pendidikan, rumah sakit, pemerintah, organisasi profesi, serta mitra teknologi kesehatan.Melalui PIT HPII 2026, HPII menegaskan komitmennya untuk membawa informatika keperawatan dari sekadar wacana teknologi menjadi bagian nyata dari pendidikan, praktik klinis, keselamatan pasien, peningkatan mutu, dan ketahanan sistem kesehatan nasional.Himpunan Perawat Informatika Indonesia (HPII)AI-Driven Nursing: Transformasi Digital untuk Keselamatan Pasien dan Ketahanan Sistem Kesehatan Nasional