perawat.org | Skill Keperawatan yang Tanpa Sadar Dipakai Perawat Setiap Hari
Setelah bertahun-tahun belajar dan bekerja sebagai perawat, banyak keterampilan keperawatan yang akhirnya menjadi begitu terbiasa sampai kita tidak menyadari bahwa keterampilan tersebut ikut terbawa ke kehidupan sehari-hari.
Bahkan, beberapa di antaranya mungkin sering kamu lakukan ketika sedang berada di rumah, bepergian, atau berinteraksi dengan orang lain.
Berikut beberapa skill keperawatan yang secara tidak sadar sering digunakan perawat dalam kehidupan sehari-hari.
1. Memperhatikan Perubahan Kecil pada Kondisi Seseorang
Salah satu keterampilan penting dalam keperawatan adalah observasi.
Perawat terbiasa memperhatikan hal-hal kecil seperti perubahan warna kulit, ekspresi wajah, pola napas, cara berjalan, sampai perubahan perilaku pasien.
Kebiasaan ini ternyata bisa terbawa ke kehidupan sehari-hari lho.
Pengalaman sebagai perawat membuat kita lebih terbiasa menyadari perubahan dari kondisi normal seseorang.
Ketika teman atau anggota keluarga terlihat tidak seperti biasanya, perawat mungkin menjadi salah satu orang pertama yang menyadarinya.
Kemampuan untuk memperhatikan perubahan kecil ini merupakan kebiasaan yang terbentuk dari proses observasi yang dilakukan perawat setiap hari.
2. Mencuci Tangan Tanpa Banyak Berpikir
Bagi sebagian orang, mencuci tangan mungkin hanya dilakukan ketika tangan terlihat kotor.
Tetapi bagi perawat, konsep hand hygiene biasanya jauh lebih melekat.
Sebelum makan, setelah memegang sesuatu yang dianggap kotor, setelah menggunakan toilet, atau setelah berada di tempat ramai, perawat mungkin secara otomatis mencuci tangan.
Kebiasaan sederhana ini merupakan salah satu contoh keterampilan yang berasal dari prinsip infection prevention and control dan akhirnya menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
BACA JUGA: Mau Naik Gaji? Ini 9 Sertifikasi Keperawatan Tingkat Lanjut yang Paling Dicari Rumah Sakit
3. Lebih Peka terhadap Kebersihan dan Kontaminasi
Perawat juga terbiasa berpikir tentang kemungkinan terjadinya kontaminasi.
Misalnya ketika melihat makanan jatuh, menyentuh gagang pintu, menggunakan fasilitas umum, atau melihat seseorang batuk tanpa menutup mulut.
Ini bukan berarti perawat paranoid terhadap kuman. Namun, pengalaman di lingkungan pelayanan kesehatan membuat konsep kontaminasi dan bagaimana mencegahnya menjadi lebih mudah muncul secara otomatis.
Tanpa sadar, perawat mungkin mulai memperhatikan mana yang bersih, mana yang kotor, dan apa yang berpotensi menjadi sumber penularan.
4. Bisa Tetap Tenang Saat Orang Lain Panik
Ini salah satu skill yang mungkin paling terasa dalam kehidupan sehari-hari.
Di fasilitas pelayanan kesehatan, perawat sering menghadapi situasi yang tidak terduga, termasuk kondisi gawat darurat.
Dalam situasi seperti ini, perawat dituntut untuk tetap tenang agar dapat melakukan observasi, menentukan prioritas, dan mengambil tindakan sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
Tentu, bukan berarti perawat tidak pernah panik.
Namun, bertahun-tahun bekerja dalam situasi yang menuntut pengambilan keputusan dapat membuat perawat terbiasa untuk berhenti sejenak, mengamati situasi, dan berpikir tentang apa yang harus dilakukan terlebih dahulu.
Kebiasaan ini pun sering terbawa ke kehidupan sehari-hari.
5. Melakukan Prioritas Secara Spontan
Keperawatan mengajarkan bahwa tidak semua masalah harus ditangani bersamaan.
Ada masalah yang harus segera ditangani karena mengancam kehidupan, sementara ada masalah lain yang masih bisa menunggu.
Cara berpikir ini bisa terbawa ke kehidupan sehari-hari.
Misalnya ketika sedang mengurus banyak hal sekaligus, perawat mungkin secara otomatis berpikir, “Mana nih yang paling urgent?” atau “Apa yang harus diselesaikan terlebih dahulu?”
Ini sebenarnya merupakan bentuk sederhana dari prioritization, yaitu kemampuan menentukan mana yang perlu didahulukan dan mana yang dapat ditunda.
Tanpa sadar, pola berpikir tersebut tidak hanya digunakan saat merawat pasien, tetapi juga ketika menghadapi pekerjaan dan berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari.
6. Mendengarkan Orang Lain dengan Lebih Terstruktur
Di fasilitas kesehatan, perawat selalu melakukan praktik komunikasi terapeutik saat berbicara dengan pasien dan keluarganya.
Perawat juga sering harus berkomunikasi dengan seseorang yang sedang takut, marah, bingung, atau menangis.
Pengalaman tersebut dapat membuat perawat lebih terbiasa mendengarkan sebelum memberikan respons, tidak langsung menghakimi, memberikan pertanyaan terbuka, mengklarifikasi informasi, dan memperhatikan komunikasi nonverbal.
Kebiasaan ini dapat terbawa ke kehidupan sehari-hari.
Maka, tidak heran jika seorang perawat bisa menjadi teman curhat yang baik. Bukan karena selalu memiliki jawaban untuk setiap masalah, tetapi karena terbiasa melakukan active listening dan memberikan ruang kepada orang lain untuk bercerita.
7. Terbiasa Mengecek Ulang
Dalam keperawatan, kesalahan kecil dapat memiliki konsekuensi besar. Oleh karena itu, perawat terbiasa melakukan double check sebelum melakukan atau menyelesaikan suatu tindakan.
Kebiasaan checking and rechecking ini dapat terbawa ke berbagai aktivitas dalam kehidupan sehari-hari.
Sebelum keluar rumah, misalnya, perawat mungkin tanpa sadar mengecek kembali apakah pintu sudah terkunci, kompor sudah dimatikan, atau barang penting sudah dibawa.
Budaya keselamatan dalam praktik keperawatan dapat membuat seseorang lebih terbiasa melakukan verifikasi sebelum melakukan sebuah kegiatan.
Ternyata, Skill Keperawatan Tidak Hanya Digunakan di Rumah Sakit
Banyak skill keperawatan yang pada awalnya dipelajari untuk memberikan pelayanan kepada pasien.
Namun, setelah dilakukan berulang kali selama bertahun-tahun, keterampilan tersebut perlahan berubah menjadi kebiasaan dan bahkan cara berpikir.
Perawat menjadi lebih terbiasa mengamati, menentukan prioritas, mendengarkan, mengantisipasi risiko, dan mengecek kembali sesuatu sebelum bertindak.
Mungkin karena itu, menjadi perawat tidak hanya mempengaruhi bagaimana seseorang bekerja.
Tanpa sadar, profesi ini juga dapat memengaruhi bagaimana seseorang menjalani kehidupan sehari-hari.
Kalau kamu seorang perawat, skill keperawatan apa lagi yang tanpa sadar sering kamu gunakan dalam kehidupan sehari-hari?
